Pesawaran — Integritas seorang wakil rakyat kembali dipertanyakan. Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Pesawaran berinisial Trisna Mahardika (TM), yang juga dikenal dengan nama Dika, diduga terjerat skandal asmara terlarang yang berujung pada penelantaran dan intimidasi terhadap seorang perempuan.
Kasus ini mencuat ke publik setelah seorang perempuan berinisial RM, mantan Pemandu Lagu (PL) atau Ladies Companion (LC), melaporkan dugaan penelantaran dan persekusi ke Polda Lampung.
RM mengaku menjalin hubungan terlarang dengan TM atas dasar janji jaminan hidup.
Menurut pengakuan RM, TM—yang merupakan kader Partai NasDem dan disebut juga berprofesi sebagai mantri desa—memintanya berhenti bekerja di dunia hiburan malam. Sebagai gantinya, TM berjanji akan menanggung kebutuhan hidup RM.
“Saya diminta berhenti kerja. Katanya semua kebutuhan hidup akan dia tanggung,” ujar RM saat dikonfirmasi media.
Untuk meyakinkan korban, TM bahkan mengajak RM ikut dalam kegiatan studi banding ke Yogyakarta pada akhir September 2025.
“Waktu studi banding ke Jogja, saya diajak. Tiga hari kami di sana, sudah seperti suami istri. Dari situ saya yakin dengan janji-janji dia,” ungkap RM.
Namun setelah RM berhenti bekerja dan kehilangan sumber penghasilan, janji tersebut disebut tidak lagi ditepati. RM mengaku hanya menerima bantuan sementara berupa pembayaran cicilan motor dan kebutuhan lain, sebelum akhirnya komunikasi terputus.
“Setelah itu tidak ada kabar. Bahkan saat saya mau kerja di tempat lain juga dilarang,” katanya.
RM juga menuturkan bahwa hubungan mereka awalnya berjalan baik, namun memburuk setelah pihak tempatnya bekerja mengetahui hubungan tersebut dan menginformasikannya kepada istri TM. Sejak itu, TM meminta RM bersabar dengan alasan ingin menenangkan keluarganya.
Puncak persoalan terjadi ketika RM mendatangi TM untuk menagih tanggung jawab. Alih-alih mendapat penyelesaian, RM mengaku justru mengalami intimidasi dan tekanan psikologis.
“Saya dijanjikan bertemu, tapi ternyata saya didatangi lima orang. Ada istrinya dan beberapa temannya. Saya dimaki, dihina, bahkan dipaksa menghapus foto dan video,” ujar RM.
RM mengklaim memiliki bukti hubungan berupa foto dan dokumentasi kebersamaan, termasuk saat menginap bersama di hotel, apartemen, dan kosan sejak Agustus hingga September 2025.
Atas kejadian tersebut, RM melaporkan dugaan persekusi dan penelantaran ke Polda Lampung, dengan harapan proses hukum berjalan objektif.
Sementara itu, TM saat dikonfirmasi media menyampaikan bahwa fokus utamanya adalah menyelesaikan persoalan rumah tangganya.
“Alhamdulillah, masalah dengan istri sudah selesai. Itu yang paling penting. Soal laporan, silakan ikuti proses hukum,” ujar TM singkat.
TM juga membantah tudingan RM, dan menyebut justru dirinya yang merasa terganggu karena diduga berulang kali dimintai uang. Namun tudingan itu dibantah keras oleh RM.
“Itu cuma alasan dia untuk lepas tanggung jawab. Ini urusan kami berdua, tapi malah bawa orang lain dan menjelek-jelekkan saya,” tegas RM.
Kasus ini menuai sorotan publik dan dinilai mencederai etika pejabat publik. Publik mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Pesawaran serta Partai NasDem untuk memberikan sikap tegas terhadap perilaku kadernya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi masih berupaya menghubungi BK DPRD Pesawaran, DPD NasDem Pesawaran, serta DPW NasDem Lampung untuk memperoleh tanggapan resmi. (H.Darwis/KBO Babel)
Tags
berita





