Langkah Kecil Menuju Energi Terbarukan, PLTU Bangka Tanam 1000 Pohon

BANGKA - Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia dan Hari Gerakan Satu Juta Pohon, PLN Nusantara Power Service (NPS) PLTU Bangka menggelar kegiatan Gerakan menanam 1000 pohon di Kawasan Hutan Tanaman Energi PLTU Bangka Air Anyir Kabupaten Bangka, Jum'at (9/1/2023).

Kegiatan dengan tema " Langkah Kecil Menyambut Energi Baru Terbarukan, Untuk Kelistrikan Indonesia " tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH) Kabupaten Bangka, Ismir Rahmaddinianto, Wakil Ketua Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI), Ir Widi Pancono, Manager Unit PLTU Bangka, I Gusti Ngurah Putra Astawa, Perwakilan PT Mentari Biru Energi, Perwakilan KSO BKS, serta Karyawan PLTU Bangka.

Dalam sambutannya Kadis LH Bangka, Ismir Rahmaddinianto menyampaikan bahwa di Kabupaten Bangka terdapat 24 ribu lebih hektar lahan kritis yang menjadi tanggung jawab bersama.

Ia mengajak seluruh lapisan serta stakeholder membuat gebrakan secara masif secara terus menerus untuk memanfaatkan lahan tersebut dengan tujuan agar tidak terjadi bencana seperti beberapa hari ini terjadi.

Wakil Ketua Dewan Pakar METI, Ir Widi Pancono dalam sambutannya pertama-tama menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi akhir akhir ini di Sumatera akibat banyaknya pembalakan liar sehingga merusak ekosistem di hulu sungai.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN NPS PLTU Bangka yang menyelenggarakan acara penanaman 1000 pohon.

Widi menyarankan agar menanam pohon pohon yang bisa menyerap karbon dengan benar seperti Angsana, Akasia, dan buah - buahan seperti Mangga.

"Nah saat ini saya lihat di PLTU udah tepat ada tanaman energi ada tanaman pangan. Angsana ini termasuk penyerap karbon tertinggi. Jadi sangat baik," ujarnya.

Widi juga menyampaikan saat ini pembangunan arahnya ke bursa karbon dan kita perlu mendukung kegiatan ini jadi jangan membangun tapi menghasilkan karbon yang tinggi untuk mengurangi emisi karbon di udara.

"PLN selalu konsisten dalam kegiatan pembangunan dan kalau memang PLTU ini bisa di konversi menjadi Energi Terbarukan, sebetulnya PLTU Air Anyir ini 2030 sudah akan ditutup, tapi kalau ini kita lakukan usaha sehingga Cofiring ini bisa maksimal tidak akan tutup," katanya.

"Dan memang kami sudah berdiskusi dengan pusat menjajaki kemungkinan supaya PLTU Air Anyir menjadi 100 persen Biomassa, dan bahkan bisa menjadi PLTU Biomassa terbesar di Indonesia," tambahnya.

Sementara itu Manager Unit PLTU Bangka, Gusti Ngurah Putra Astawa dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada para tamu yang telah datang menghadiri undangan dalam kegiatan gerakan penanaman 1000 pohon di PLTU Air Anyir. 

Ia juga menyampaikan terkait banyaknya isu sebelum PLTU ini melaksanakan program Cofiring mulai dari Suplai Biomassa, Hutan Tanaman Energi (HTE), hingga isu proper Hijau.

Terkait Biomassa, Putra menyebut di tahun 2025 ditargetkan sebesar 60ribu Metrik Ton untuk menyulap biomassa dan sampai 31 Desember tercapai sekitar 44 ribu.

"Dan ditahun ini ditargetkan sebanyak 75 ribu Metrik Ton Biomassa harus terserap atau sekitar 200 sampai 250 Ton/Hari. Jadi mohon dukungannya untuk menyuplai Cofiring," ungkapnya.

Putra juga mengatakan bahwa PLTU Bangka ini termasuk PLTU yang paling favorit untuk dikunjungi kapan saja karena hanya 40 menit dari Jakarta dan 10 menit dari Bandara. 

Ia yakin bahwa kedepan PLTU Bangka bisa menerapkan 100 persen Cofiring Biomassa.

Kegiatan diakhiri dengan melakukan penanaman bibit pohon Angsana di kawasan Hutan Tanaman Energi PLTU Bangka.

Perlu diketahui saat ini PLTU Bangka telah menjalankan pelaksanaan program Cofiring, dan kegiatan Cofiring tidak boleh dilakukan tanpa perijinan apapun. Kabar baiknya PLTU Bangka dalam menjalankan program tersebut sudah mengurus seluruh perijinan terkait Cofiring, persetujuan teknis dari KLHK, Analisia dampak dan permodelan udara sehingga nanti didapatkan persetujuan teknis yang diintegrasikan dengan persetujuan lingkungan.

Selain itu, selama kurun waktu 3 tahun PLTU Bangka juga telah menjalin kerjasama dengan perusahaan bioenergi yakni PT Mentari Biru Energi sebagai pemasok biomassa berupa Woodchip.

Dengan menerapkan program Cofiring, PLTU Bangka juga diganjar penghargaan Aditama berupa piagam Bioenergi Awards dari Kementerian ESDM Ketenagalistrikan pada 22 Desember 2025 terkait kinerja pelaksana Cofiring Biomassa tahun 2025.(*)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Terimakasih telah berkunjung di website portal berita okepak.online.. Semoga anda senang!!
close