Babinsa TNI Bersinergi Menjaga Rakyat di Puncak Arus NATARU Tanjung Kalian



Mentok, Bangka Barat — Di tengah puncak arus libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (NATARU), kehadiran Serda Hendra Gunawan di Pos Pengamanan Pelabuhan Tanjung Kalian menjadi simbol konkret kehadiran negara di ruang publik paling vital. Babinsa Koramil 431-02/Mentok itu melaksanakan pengamanan intensif sejak Kamis, 1 Januari 2026, memastikan mobilitas ribuan penumpang laut berjalan aman, tertib dan manusiawi.

Pengamanan ini merupakan bagian dari operasi terpadu lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, KSOP dan pengelola pelabuhan. Fokus utamanya bukan sekadar pengamanan fisik, melainkan menjaga stabilitas sosial di salah satu simpul transportasi laut tersibuk di Bangka Barat, terutama saat lonjakan penumpang berpotensi memicu kelelahan, kepanikan dan ketegangan publik.

Sepanjang pelaksanaan tugas, situasi di Pelabuhan Tanjung Kalian terpantau kondusif. Arus penumpang dan kendaraan berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Di balik kelancaran itu, Serda Hendra Gunawan tidak hanya berdiri sebagai aparat penjaga, tetapi hadir aktif di tengah masyarakat.

Ia memantau dinamika lapangan secara langsung, mengatur arus keluar-masuk penumpang, membantu lansia dan keluarga dengan anak kecil, serta memberikan penjelasan prosedur keselamatan pelayaran kepada pengguna jasa. Dalam praktiknya, ia juga menjadi penghubung koordinasi antara kepolisian, otoritas pelabuhan, tenaga kesehatan dan awak kapal.

“Kalau ada tentara, kami merasa negara benar-benar ada. Bukan hanya menjaga, tapi menenangkan,” ujar seorang penumpang pria paruh baya yang hendak kembali ke Sumatera usai libur Natal.

Kesaksian itu menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di pelabuhan tidak semata berfungsi sebagai alat kontrol keamanan, melainkan penyangga psikologis masyarakat di ruang publik yang padat dan penuh tekanan.

Hal serupa diungkapkan seorang ibu yang membawa dua anak kecil saat antre naik kapal.
“Beliau membantu kami mengatur antrean dan berbicara dengan sangat sabar. Seperti ada keluarga yang menjaga,” tuturnya.

Potret ini menunjukkan pergeseran makna pengamanan negara dari pendekatan koersif menuju pendekatan humanis. Di pelabuhan ruang transisi antara harapan dan kecemasan, Babinsa hadir sebagai penjaga ketertiban emosional masyarakat.

Pelabuhan Tanjung Kalian sendiri merupakan gerbang strategis pergerakan manusia dan logistik di wilayah barat Pulau Bangka. Setiap musim libur besar, pelabuhan ini menjadi titik temu berbagai kepentingan ekonomi, sosial dan keselamatan publik. Lonjakan penumpang saat NATARU bukan sekadar fenomena rutin, tetapi ujian nyata bagi kapasitas pelayanan negara.

Pengamanan yang dilakukan Babinsa bukan bersifat seremonial. Ia adalah bagian dari desain keamanan nasional sektor transportasi laut, di mana keselamatan pelayaran, kelancaran arus manusia dan stabilitas sosial harus dijaga secara simultan.

Sejumlah analis transportasi menilai masa libur panjang sebagai periode paling sensitif bagi publik. Antrean panjang, cuaca laut yang tidak menentu, keterbatasan fasilitas, hingga informasi yang simpang siur berpotensi memicu ketegangan jika tidak dikelola secara disiplin dan empatik.

Dalam konteks itu, disiplin aparat di lapangan menjadi penyangga utama ketertiban. Kehadiran Babinsa seperti Serda Hendra Gunawan memastikan negara tidak hanya hadir di pusat kebijakan, tetapi juga di batas paling nyata pelayanan publik tempat rakyat bersentuhan langsung dengan negara.

Pengamanan NATARU di Pelabuhan Tanjung Kalian menyampaikan pesan yang jelas bahwa TNI bukan sekadar alat pertahanan negara, melainkan arsitek kepercayaan publik.

Keberhasilan pengamanan ini menegaskan bahwa:

negara mampu menjaga mobilitas warganya secara tertib dan aman,

sinergi antar-lembaga berjalan hingga level paling operasional,

aparat hadir dengan pendekatan humanis, bukan semata kekuasaan,

Babinsa menjadi wajah negara yang paling dekat dengan rakyat.

Di bawah terik pelabuhan, di antara antrean panjang dan suara kapal yang bersahutan, Serda Hendra Gunawan tidak memamerkan kekuatan senjata. Ia menjalankan peran yang lebih sunyi namun mendasar untuk memastikan negara hadir, bekerja dan tetap berjaga bersama rakyatnya.

Sumber Literatur:
Sumber Pendim 0431/Bangka Barat

ANTARA News: 10.028 penumpang berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok saat Nataru

ANTARA News: Tujuh kapal layani penyeberangan Pelabuhan TAA Sumsel–Tanjung Kalian

Pelindo.co.id: Arus Penumpang Nataru 2025/2026 H-1 Capai 962 Ribu

serumpun.babelprov.go.id: Gubernur Hidayat Arsani Pastikan Kesiapan Libur Nataru di Pelabuhan Tanjung Kalian

ANTARA News (English): Indonesia puts 29 patrol vessels on holiday sea transport alert

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak

Terimakasih telah berkunjung di website portal berita okepak.online.. Semoga anda senang!!
close